5/12/10

Kun-nyah Satu Sunnah, Mari Praktikkan!!

Bismillah, Selawat dan salam ke atas Abil-Qasim SAW dan keluarganya serta para sahabatnya,

Menggunakan kun-yah (كُنْيَة) adalah sunnah yang thabit dari Nabi SAW, para sahabat r.a dan ulama sepanjang zaman.

Kun-yah adalah nama yang diawali dengan kata “abu” jika yang diberi kuniyah adalah seorang laki-laki, atau dengan kata “ummu” jika yang diberi kuniyah adalah seorang perempuan.

Kun-yah yang Nabi SAW gunakan untuk diri Baginda ialah Abu al-Qasim seperti yang terdapat dalam hadith-hadith yang sahih. Dan Ulama telah berijmak mengharuskan penggunaan kun-yah selain Abu al-Qasim.

Sabda Rasulullah SAW:

تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي فَإِنِّي أَنَا أَبُو الْقَاسِمِ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ

"Berilah nama dengan namaku, tetapi janganlah menggelar dengan gelaranku (kun-yahku) kerana akulah Abu al-Qasim, aku membahagikan di antara kamu". (H.R Muslim)
Kunnyah abu Qasim dikhususkan Nabi SAW ke atas dirinya..

Terdapat pelbagai cara untuk meletakkan kun-yah pada nama seseorang, antaranya:

1. Berdasarkan nama salah seorang anaknya, kebiasaannya anak yang sulung. Jika anaknya bernama Abdullah, maka dia boleh gunakan kun-yah Abu Abdillah.

2. Boleh juga dengan nama anak saudaranya, seperti yang digunakan oleh Aisyah r.a dengan kun-yah Ummu Abdillah dari anak saudaranya Abdullah bin az-Zubair.

3. Boleh juga diberikan kun-yah kepada kanak-kanak, seperti yang dilakukan oleh Nabi SAW yang memanggil adik Anas r.a dengan kun-yah Abu Umair. Begitu juga gelaran Nabi SAW kepada budak kecil dgn Ummu Khalid.

4. Berdasarkan keadaan dan perihal seseorang itu,seperti Nabi SAW memberikan kun-yah Abu Turab (Bapa Tanah) kepada Ali r.a kerana mendapati beliau dalam keadaan berbaring bergelumuran tanah dan juga seperti Abu Hurairah yg suka pada kucing.

5. Berdasarkan kun-yah yang biasa digunakan untuk suatu nama contohnya:

- Orang bernama Ibrahim kun-yah yang biasa untuknya ialah Abu Ishaq.
- Orang bernama Ishaq kun-yah yang biasa digunakan untuknya ialah Abu Ya'qub.
- Orang yang bernama Zakaria kun-yah yang biasa digunakan untuknya ialah Abu Yahya.
- Orang yang bernama Yahya kun-yah yang biasa digunakan untuknya ialah Abu Zakaria.

6. Boleh juga memberi kuniyah bagi seorang anak sebelum ia terlahir. Hal ini berdasarkan kepada hadits yang shohih dari Ali bin Abi Thalib radhiyallohu ‘anhu ketika beliau mengatakan :

“Ya Rasulullah, bagaimana pandangan anda jika nanti terlahir seorang anak laki-laki untuk saya sepeninggal anda, lalu saya beri nama ia dengan Muhammad dan saya beri ia kuniyah dengan kuniyah anda?” Maka beliau sholallohu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya boleh”. (Kata Ali : Maka itu adalah rukhsoh bagiku). [Hadits Shohih, dikeluarkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Imam Ahmad, Baihaqi, dan Bukhari]

Maka barangsiapa yang belum diberi kuniyah ketika kecilnya, tidak usah menunggu-nunggu hingga terlahir anaknya, kerana adanya dalil dari hadits-hadits yang baru saja berlalu. Juga hadits dari Shuhaib dari bapaknya yang mengatakan :

“Berkata Umar kepada Shuhaib: “Ya Shuhaib! Orang semacam apa engkau ini jika tidak ada padamu tiga perkara?” Maka Shuhaib bertanya: “Apa saja itu?” Kata Umar: “Engkau berkuniyah, padahal engkau tidak memiliki anak. Engkau bergabung dengan bangsa Arab, padahal engkau dari Romawi. Engkau adalah orang yang makanannya mewah.” Shuhaib menjawab: ”Adapun perkataanmu : Engkau berkuniyah padahal engkau tidak memiliki anak, maka sesungguhnya Rasulullah sholallohu ‘alaihi wasallam yang memberi kuniyah kepadaku dengan Abu Yahya. Adapun perkataanmu: Engkau bergabung dengan bangsa Arab padahal engkau bukan dari mereka, maka sesungguhnya aku ini adalah seorang dari Bani Namr bin Qasith, lalu orang-orang Romawi mencercaku sejak aku masih kecil dan aku tahu nasabku. Adapun perkataanmu: Engkau adalah orang yang makanannya mewah, maka sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan.”

[Hadits Hasan, dikeluarkan oleh Ibnu Majah, Imam Ahmad, Al-Hakim. Dan lihatlah Silsilatul Ahaditsush Shohihah/44]

Maka didalam hadits tersebut terdapat dalil tentang disyariatkannya berkuniyah. Dan bahwasanya hal ini tidak tergantung kepada anak.

Syaikh Al-Albani didalam Silsilatul Ahaditsush Shohihah (1/74) setelah membawakan hadits ini berkata :

“Didalam hadits ini terdapat dalil tentang disyariatkan berkuniyah bagi orang yang tidak memiliki anak. Bahkan telah ada hadits yang shahih didalam Shahih Bukhari maupun yang lain bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan kuniyah kepada seorang budak perempuan yang masih kecil ketika beliau menghadiahkannya sehelai pakaian. Nabi telah mengatakan kepadanya: “Ini bagus ya Ummu Kholid. Ini bagus ya Ummu Kholid.”

Boleh bagi seseorang yang memiliki anak-anak untuk berkuniyah dengan nama selain nama anak-anaknya. Contohnya adalah Abu Bakr radhiyallohu ‘anhu, beliau diberi kuniyah Abu Bakr padahal beliau tidak memiliki anak yang bernama Bakr. Juga Umar bin Khaththab radhiyallohu ‘anhu, beliau diberi kuniyah Abu Hafsh, padahal beliau tidak memiliki anak bernama Hafsh. (Dari kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam 1/83)

Jadi penggunaan kun-yah adalah satu daripada sunnah dan perkara ini sudah sinonim dan menjadi kebiasaan orang-orang berbangsa Arab, cuma kurang dipraktiskan dikalangan kita sebagai orang melayu, jadi mulai hari ini, bersama kita fikir nama untuk diri kita sebagai kun-yah membolehkan kita dapat pahala hanya dengan panggilan.

Wallahu a'lam

Rujukan:
- Syarh Sahih Muslim oleh Imam Nawawi.

0 comments:

Post a Comment